Forensic Series I : Pembusukan mayat

19 11 2009

Buat kalian semua yang penasaran kenapa mayat bisa busuk.. ini ada artikel singkat dari Muhammad al-Fatih II yang saya sadur sedikit.. lumayankan senin pagi gini ngomongin mayat busuk!!
hehehe
Ini salah satu ilmu forensik, sayang yah di kriminologi FISIP UI udah ga belajar yang beginian..hiks2
tapi ga masalah, karena ilmu itu ada dimana aja, kalo kita niat mencarinya pasti akan ketemu jalan juga..i
Monggo dinikmati..
====
Pembusukan mayat nama lainnya dekomposisi dan putrefection. Proses pembusukan telah terjadi setelah kematian seluler dan baru tampak oleh kita setelah kira-kira 24
jam kematian. Kita akan melihatnya pertama kali berupa warna kehijauan (HbS) di daerah perut kanan
bagian bawah yaitu dari sekum (caecum). Lalu menyebar ke seluruh perut dan dada dengan disertai bau
busuk.

Ada 17 tanda pembusukan, yaitu :
1. Wajah membengkak.
2. Bibir membengkak.
3. Mata menonjol.
4. Lidah terjulur.
5. Lubang hidung keluar darah.
6. Lubang mulut keluar darah.
7. Lubang lainnya keluar isinya seperti feses (usus), isi lambung, dan partus (gravid).
8. Badan gembung.
9. Bulla atau kulit ari terkelupas.
10.Aborescent pattern / morbling yaitu vena superfisialis kulit berwarna kehijauan.
11.Pembuluh darah bawah kulit melebar.
12.Dinding perut pecah.
13.Skrotum atau vulva membengkak.
14.Kuku terlepas.
15.Rambut terlepas.
16.Organ dalam membusuk.
17.Larva lalat.

Larva lalat dapat kita temukan pada mayat kira-kira 36-48 jam pasca kematian. Berguna untuk
memperkirakan saat kematian dan penyebab kematian karena keracunan.
Saat kematian dapat kita perkirakan dengan cara mengukur panjang larva lalat.
Penyebab kematian karena racun dapat kita
ketahui dengan cara mengidentifikasi racun dalam larva lalat.

Ada 9 faktor yang mempengaruhi cepat-lambatnya pembusukan mayat, yaitu :
1. Mikroorganisme. Bakteri pembusuk mempercepat pembusukan.
2. Suhu optimal yaitu 21-370C mempercepat pembusukan.
3. Kelembaban udara yang tinggi mempercepat pembusukan.
4. Umur. Bayi, anak-anak dan orang tua lebih lambat terjadi pembusukan.
5. Konstitusi tubuh. Tubuh gemuk lebih cepat membusuk daripada tubuh kurus.
6. Sifat medium. Udara : air : tanah (1:2:8).
7. Keadaan saat mati. Udem mempercepat pembusukan. Dehidrasi memperlambat pembusukan.
8. Penyebab kematian. Radang, infeksi, dan sepsis mempercepat pembusukan. Arsen, stibium dan
asam karbonat memperlambat pembusukan.
9. Seks. Wanita baru melahirkan (uterus post partum) lebih cepat mengalami pembusukan.

tulisan ini pernah dimunculkan juga di notes facebook saya (add saya di dwi arie wibowo) jadi klo repost, maaf yaa…


Actions

Information

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




%d bloggers like this: